Selasa, 08 Juni 2010

Beresin Bad Sector

Tool yang umum digunakan untuk memperbaiki bad sector yang logical :

1. MHDD (www.hddguru.com) atau HDDScan
2. Victoria (http://www.hdd-911.com/index.php?opt...art=0&limit=15)
3. THDD
4. HDDL
5. PCHDD
6. HDD Repair Utility

Tool 1,2,3 merupakan standard tools (dalam artian tidak langsung menyentuh area firmware) - Semua tool ini ada di CD Hiren 9.0 cuma versinya tertinggal
Tool 4,5,6 merupakan service tools (dalam artian langsung menyentuh area firmware)

Pada prinsipnya, memang semua hard disk yang dijual sudah memiliki bad sector sejak produksi dari pabrik. Tabel kerusakan sector yang rusak ini dimasukkan dalam tabel P-List (Primary Defect List)

nah, untuk memudahkan user dalam penggunaan (mengingat bad sector akan terbentuk juga saat penggunaan sehari-hari), maka disiapkan satu tabel tambahan yaitu G-List (Grown Defect List) yang disediakan oleh pabrik untuk menampung tabel kerusakan sector saat penggunaan.

Secara konsep, P-List dan G-List dapat digabungkan (sehingga dengan sendirinya bad sector dianggap tidak ada), namun untuk memasukkan G-List ke P-List, dibutuhkan special ATA Command agar hard disk dapat mengerti apa yang harus ditambahkan ke tabel tsb.

Selain menggunakan ATA command, tersedia juga beberapa hardware (tidak dijual bebas) untuk mengakses system area hard disk agar dapat menggabungkan G-List dan P-List.

Tool/software yang saya sebutkan di post Z#1 di atas merupakan sebagian dari tool yang memiliki kemampuan melakukan manipulasi/modifikasi terhadap P-List dan G-List (item 4,5,6), namu8n diperlukan pengetahuan yang cukup mengenai struktur SA hard disk sebelum dapat melakukan manipulasi/modifikaasi tersebut agar tidak menyebabkan kesalahan yang malah memperparah kondisi hard disk.

Pengetahuan tentang ATA command sangat tertutup dan beredar di kalangan produsen hard disk dan teknisi spesialis hard disk.

Sebagian command yang bersifat umum dan universal (bukan merupakan special vendor ATA command) dapat anda temukan di situs http://www.t13.org (untuk IDE dan SATA) dan http://www.t10.org (untuk SCSI)

Apa yang dimaksud dengan area firmware/service area/SA ?

SA merupakan bagian khusus dari sector di piringan (platter) hard disk yang menyimpan informasi konfigurasi secara physical (jumlah C,H,S = Cylinder, Head dan Sector). Secara default, konfigurasi HDD modern ialah
Cylinder = 16383
Head = 16
Sector = 63

Informasi ini direkam dalam beberapa kode mikro program yang disebut modules. Didalam salah satu modules ini terdapat informasi mengenai tabel kerusakan SMART (Reallocation Sector Count, Ultra DMA CRC error, Spin retry count, dll).

Bad sector soft (logical) merupakan bad yang secara prinsip masih dapat diperbaiki dengan menggunakan tool yang disebutkan di atas.

Untuk MHDD :

1. Pertama, boot PC (tanpa HDD) untuk mengubah setting HDD di BIOS. Dalam artian HDD yg bermasalah jangan didetek di BIOS (set IDE detection ke "None" di BIOS)
2. HDD yang bermasalah harus dipasang di PC sebagai Primary Master. Boot PC dengan MHDD. Pilih HDD yang muncul pada saat MHDD mulai.
3. JIKA TERJADI ERROR SAAT BOOT DAN MHDD tidak loading : shutdown lagi PC anda, lepas kabel power HDD yg bermasalah dan boot lagi. Setelah boot berhasil, pasang kabel power HDD anda.
4. Tekan Shift+F2 untuk meng-initiate HDD anda yg bermasalah. Model dan firmware akan muncul di MHDD
5. Setelah MHDD mengenali type HDD anda dengan tepat, tekan tombol F4 dua kali untuk mulai menganalisa sector HDD tsb.
6. Jika proses scanning terganggu oleh informasi adanya bad sector dengan kode UNC, AMNF atau lainnya, anda dapat melewati area tersebut dengan menekan tombol panah kanan (->).
7. Informasi adanya bad sector pada area tertentu akan dicatat oleh MHDD pada file mhdd.log
8. Jika anda ingin mulai memperbaiki HDD ini, siapkan waktu luang yg cukup lama. Saya merekomendasikan proses ini dimulai pada malam hari saat akan tidur sehingga tidak menganggu aktifitas.

MHDD Manual

Penjelasan mengenai kode2 bad pada MHDD :
[FAQ] All about Hard Disk

Untuk menghapus kode bad sector dengan menggunakan MHDD, kita dapat menggunakan perintah "erase"

Pada prompt MHDD>, ketikkan perintan "ERASE" :

MHDD>erase
Start LBA = 0
End LBA = disesuaikan dengan informasi LBA maksimum yg tercantum pada bagian atas MHDD.


Untuk penggunaan MHDD pada USB box (external drive) :
Cara pakai MHDD untuk hardisk exsternal

Jika ingin memotong kapasitas HDD anda, anda menggunakan perintah HPA :
HPA (Host Protected Area) hanya bisa memotong LBA dari mulai 0 (null) sampai batas LBA terakhir sebelum ada kerusakan sector.

Jadi misalkan kita memiliki HDD 40 GB Maxtor dengan kapasitas asli LBA 80,293,248 dan memiliki sector yang rusak di area setelah 79,000,000, maka kita dapat memotongnya dengan perintah HPA :

MHDD>HPA
Enter new LBA : 69,999,999

Begitulah kurang lebih penjelasannya.

HPA tidak dapat digunakan kalau untuk memotong HDD dengan bad yang acak:

Misalnya HDD seperti contoh di atas juga, tapi dengan sector yang rusak di area 0-10,000 lalu berlanjut di 1,000,000-5,000,000 dan terakhir di 79,000,000 - 80,293,248.

Teknik pemotongan dengan kondisi seperti ini hanya mungkin menggunakan hardware HRT (HDD Repair Tools) PC 3000 LBA editor dan lainnya.

Jumat, 14 Mei 2010

CARA ACRONIS INSTAL

terlebih dahulu Install Acronis True Image
Activate Acronis Startup Recovery Manager untuk melakukan restore. Booting ini dilakukan sebelum windows berjalan yaitu dengan menampilkan perintah F11 sebagai tombol untuk masuk ke Acronis.
Untuk melakukannya.
♪ Jalankan Program Acronis True Image
♪ Klik Activate Acronis Startup Recovery Manager di menu sebelah kiri
♪ Klik Next
♪ Klik Proceed

Activate Acronis Startup Recovery Manager
Activate Acronis Startup Recovery Manager memudahkan anda untuk melakukan restore. Booting ini dilakukan sebelum windows berjalan yaitu dengan menampilkan perintah F11 sebagai tombol untuk masuk ke Acronis.
Untuk melakukannya.
♪ Jalankan Program Acronis True Image
♪ Klik Activate Acronis Startup Recovery Manager di menu sebelah kiri
♪ Klik Next
♪ Klik Proceed
Create Image
Yaitu buat Image dengan membackup seluruh drive C atau D (untuk system pastinya drive C ).
Image bisa disimpan di drive D berbentuk file berukuran besar. Jika file tersebut hendak direstore tinggal browse saja dimana file tersebut berada. Ataupun bisa juga di Secure Zone (untuk lebih aman simpan di Secure Zone)namun harus dibuat dalulu lokasi untuk penyimpanannya.

Anda dapat memilih salah satu dari cara dibawah!
Cara 1. Buat file image disimpan di drive D
Caranya:
┼ Klik icon Create Image
┼ Pilih drive yang akan diimage kan, yang pasti disini adalah drive C
┼ Pilih lokasi penyimpanan dan tentunya ke drive D atau E di folder ataupun langsung ketikkan nama file Imagenya.
contoh: File name: D:\Source\25042009.tib
┼ Pilih Create the full backup image archive
┼ di Image Archive Splitting pilih Automatic
┼ di Compression Level pilih salah satu dari Normal, High dan Maximum tergantung tingkat kompressinya (dapat dilihat di Description pada bagian bawah tentang ukuran besar kecilnya kompressi)
┼ Klik Proceed tunggu hingga system selesai membuat file imagenya.

Cara 2. Buat image di Secure Zone
Caranya:
┼ Klik Manage Acronis Secure Zone pada menu Tools bagian sebelah kiri.
┼ Pilih Increase Size
┼ Pilih Drive D untuk diresize
┼ Tentukan Space yang memuat kapasitas drive C
┼ Klik Proceed tunggu hingga selesai system melakukan resize
Restore Image
Klik icon Restore Image
■ Pilih Acronis Secure Zone atau Lokasi file
Centang atau Checklis drive C –> Next
■ Klik drive C lagi
■ Akhiri dengan mengklik tombol Reboot
■ Tunggu hingga prosesnya selesai…

ATTENTIONS!!!
* Lebih aman jika dicoba pada Harddisk yang tidak menyimpan data penting.
* Biasakanlah menyimpan data di drive D atau selain drive C karena partisi C khusus untuk system yang sewaktu-waktu akan ditimpa.
* Hati-hati dalam penggunaan system ini karena sedikit kesalahan bukannya akan meringankan pekerjaan anda tapi bisa berakibat fatal.
* Mestinya perlu benar-benar teliti dan mengenal bagian-bagian partisi harddisk sebelum melakukannya.
* Pastikan posisi haddisk Primary atau Secondary masterkah posisinya!!! jika melakukan Cloning antar Harddisk untuk menghindari salah timpa.

Kamis, 04 Februari 2010

Mengunci dan Membuka Run

Kalian tahu bahwa fungsi Run tuh banyak bgt...
Misalnya untuk membuka:
- notepad >>>>>>> untuk membuka notepad
- cmd >>>>>>> untuk membuka command prompt / DOS
- mspaint >>>>>>> untuk membuka paint
- winword >>>>>>> untuk membuka Ms. Word
- msconfig >>>>>>> untuk melihat system atau meningkatkan performa
- regedit >>>>>>> untuk mengakses system registry editor
- gpedit.msc >>>>>>> melihat group policy. Salah satunya untuk mematikan auto play
- services.msc >>>>>>> melihat aplikasi yang berjalan pada system komputer kita
- dxdiag >>>>>>> untuk melihat specifikasi komputer kita

Dan masih banyak lagi kegunaan Run yang lain....
Jika Run dikunci, pasti akan sangat menyulitkan kita untuk menjalankan Windows.
Sebel kan pastinya...??!!

OK sekarang kita akan membahas cara mengunci dan membuka run. Yaitu dengan memanfaatkan regedit tentunya.

MARI KITA BAHAS BERSAMA


MENGUNCI RUN

Ketikkan kode berikut pada notepad

============= Start code Disable Run ===============

Windows Registry Editor Version 5.00

[HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer]
"NoRun"=dword:00000001

============= End code Disable Run ================

Kemudian save as dengan extensi .reg
Script di atas dapat anda download DisableRun.reg

Jika Run telah terkunci...gmn cara membukanya kembali yach...???

MARI KITA BAHAS BERSAMA



MEMBUKA RUN YANG TERKUNCI

Dengan memanfaatkan regedit, kita bisa melakukan apapun pada system windows kita....

Jika kita akan membuka Run (Start - Run atau Win + R) dan muncul konfirmasi berkikut "This operation has been cancelled due to restrictions in effect on this computer. Please contact your system administrator", berarti Run telah terkunci.

Untuk membukanya....
ketikkan kode berikut untuk membuka run yang didisable

========== Start code Enable Run ===============

Windows Registry Editor Version 5.00

[HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer]
"NoRun"=dword:00000000

========== End code Enable Run ================

kemudian save as dengan extensi .reg
Script di atas dapat anda download EnableRun.reg

Kita juga bisa memanfaatkan VBScript untuk membuka run yang terkunci (Konsepnya sama dengan cara membuka regedit seperti artikel saya sebelumnya)


Ketikkan code VBScript berikut pada notepad yang kemudian save as dalam bentuk extensi .vbs

==== Starting Code VBScript Untuk membuka run yang terkunci =====

On Error Resume Next
Set WshShell = WScript.CreateObject("WScript.shell")

wshShell.RegDelete "HKCU\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer\NoRun"

Message = "Run telah terbuka... by DHAFIQ-SAN"

x = MsgBox(message,vbokOnly, "DHAFIQ-SAN")
Set wshShell = Nothing
Set fso = Nothing

==== Ending code VBScript Untuk membuka run yang terkunci =====

Script di atas dapat anda download Buka Run.vbs

Rabu, 03 Februari 2010

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN SSD DIBANDING HARDISK

Kelebihan:
1.Kecepatan random access untuk proses reading data lebth cepat, karena tidak membutuhkan head untuk bergerak melakukan proses read/write.
2.Read /atencyjauh lebih kecit, di mana menyebabkan apiikasi yang dijatankan meiaiui SSD akan jauh febih cepat dibandingkan dengan harddisk.
3.Performa untuk read akan febih stabil, karena pencarian lokasi data tidak tergantung pada letaknya data tersebut.
4.Tidak bersuara, karena tidak menggunakan part yang bergerak atau hanya mengandalkan chip saja.
5.Untuk kapasitas SSD kecil, biasanya memerlukan daya yang sedikit dan panas yang dihasilkan juga tidak tinggi.
6.Realibilitas mekanis di daiamnya lebih tinggi, di mana tidak banyak digunakannya part bergerak di dalam SSD yang menyebabkan hampir tidak akan terjadi Mechanical Failure pada SSD. Berimbas pada kemampuannya tahan terhadap benturan, goncangan, terjatuh, dan perubahan suhu.
7.Temperatur untuk bisa dioperasikan lebih baik, di mana SSD masih mampu beroperasi pada suhu 70° C. Sedangkan hardisk biasa hanya pada kisaran 5-55° C.
8.Berat SSD jauh lebih ringan dibandingkan harddisk biasa.
9.Jika terjadi kerusakan, biasanya terjadi pada saat proses writing atau saat penghapusan data. Bandingkan dengan hardisk biasa yang biasanya jika rusak akan terjadi pada saat proses reading. Jika kerusakan terjadi pada saat proses write, maka data akan dialihkan ke lokasi yang tidak rusak. Namun jika terjadi kerusakan pada saat proses read, biasanya data akan terhapus atau akan error selamanya.

Kekurangan:
1.Harga yang masih cukup mahal. Untuk SSD harga per giga- byte-nya sekitar US$1.50 sampai US$3.45. Bandingkan de¬ ngan harddisk konvensioanal yang hanya berharga US$0.38 per gigabyte-nya.
2.Kapasitas yang jauh tertinggal dibandingkan harddisk konvensional. Meskipun saat ini sudah ada SSD berkapasitas 1TB, namun sifatnya masih eksperirnental. Sedangkan untuk harddisk konvensional, kapasitas 1 TB ini sudah benar-benar ada dan sudah bisa dijumpai di pasaran,
3.Write/erase cycle yang terbatas untuk 5SD. Hanya bisa ber- tahan untuk 1,000 sampai dengan 10,000 kali write cycles atau maksimal 100,000 kali write cycles. Bandingkan dengan hardisk konvensional yang bisa tahan sampai 1-5 juta kali write cycles. Ini berpengaruh pada performance SSD itu sendiri, semakin lama SSD digunakan maka performa akan menurun dengan sendihnya.
4.Kecepatan write yang iebih iambat dibandingkan dengan hardisk konvensional. SSD biasanya biok yang digunakan adalah dari 0.5 - 1 megabytes.
5.SSD yang berbasis DRAM (bukan berbasis flash) memerlu¬ kan daya yang lebih tinggi dari hardisk konvensional untuk beroperasi. la tetap akan memakan daya meskipun computer Anda dalam keadaan menyala. Hal ini tidak akan terjadi pada harddisk konvensiona!.